Sabtu, 07 Januari 2012

Perbedaan Kepentingan

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.

Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut.

Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
  1. Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
  2. Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
  3. Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
  4. Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
  5. Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
  6. Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
  7. Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
  8. Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri
Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu:
  1. Fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman.
  2. Fase dis-integrasi yaitu pernyataan tidak setuju.

Prasangka dan Diskriminasi

Adalah dua hal yang ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka memiliki dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya sejak masih kecil, unsur sikap bermusuhan sudah nampak. Suatu hal yang saling berkaitan, apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangkanya. Tetapi yang bersikap diskriminatif tanpa didasari prasangka. "Perbedaan pokok antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminatif pada tindakan."

Menurut pendapat Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk berespon baik secara positif dan negatif terhadap seseorang, objek atau situasi. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak tampak, aksi yang bersifat realistis, sedangkan prasangka tidak diketahui oleh individu masing-masing. Prasangka ini sebagian bersifat apriori atau tidak berdasarkan pengalaman sendiri, tergesa-gesa, berdasar generalisasi yang terlampau cepat dan berat sebelah.

Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi

Tak sedikit orang yang mudah berprasangka, namun banyak pula yang sukar untuk berprasangka. Tampaknya kepribadian dan intelegensia, serta faktor lingkungan cukup berkaitan dengan munculnya prasangka. Antara prasangka dan diskriminasi dapat dibedakan dengan prasangka bersumber dari suatu sikap, diskriminasi menunjuk kepada tindakan.

Sebab-sebab Timbulnya Prasangka dan Diskriminasi
  1. Latar belakang sejarah
  2. Dilatar belakangi oleh perkembangan Sosio-Kultural dan Situasional
  3. Bersumber dari faktor kepribadian
  4. Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan Agama

Usaha Mengurangi/ Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi
  1. Perbaikan kondisi Sosial Ekonomi
  2. Perluasan kesempatan belajar
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang

Ethnosentrisme

Adalah anggapan suatu bangsa / ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa / ras lain kurang baik dimata mereka. Akibat ethnosentrisme adalah penampilan ethnosentrik yang dapat menjadi penyebab utama kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Ethnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap dasar ideologi chauvinis yang melahirkan chauvinisme yaitu merasa diri superior, lebih unggul dari bangsa-bangsa lain dan memandang bangsa lain adalah inferior, nista, rendah, bodoh, dll. Chauvinisme pernah dianut oleh orang-orang Jerman pada masa Nazi Hitler.

Pertentangan-pertentangan Sosial/ Ketegangan Dalam Masyarakat

Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu :
  1. Terdapat dua atau lebih bagian yang terlibat dalam konflik
  2. Memiliki perbedaan yang tajam dalam, kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
  3. Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan:
  1. Pada taraf di dalam diri sendiri
  2. Pada taraf kelompok
  3. Pada taraf masyarakat
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Elimination
  2. Subjugation atau Domination
  3. Majority Rule
  4. Minority Consent
  5. Compromise
  6. Integration

Masyarakat Majemuk dan Nation Indonesia

Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kekuatan nasional yang berwujud Negara Indonesia. Masyarakat majemuk itu dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui jaringan-jaringan administrasi pemerintahan, politik, ekonomi dan sosial. Untuk lebih jelasnya dikemukakan aspek dari kemasyarakatan tersebut:
  1. Suku Bangsa san Kebudayaannya
  2. Agama
  3. Bahasa
  4. Nation Indonesia

Integrasi

Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdek adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukannya, mereka dapat hidup serasi berdampingan seperti yang tertulis pada Lambang Negara yaitu "Bhinneka Tunggal Ika", yang memiliki makna "berbeda-beda tetapi tetap merupakan kesatuan".

Integrasi Sosial dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluruhan. Ini akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di masyarakat sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, tidak banyak sistem yang saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan.

Integrasi Nasional

Integrasi Nasional merupakan masalah yang dialami semua negara di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Menghadapi masalah integrasi sebenarnya tidak memiliki kunci yang pasti karena masalah yang dihadapi berbeda dan latar belakang sosio-kultural nation state berbeda pula, sehingga integrasi diselesaikan sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan, dapat dengan jalan kekerasan atau strategi politik yang lebih lunak.

Beberapa Permasalahan Integrasi Nasional
  1. Perbedaan Ideologi
  2. Kondisi masyarakat yang majemuk
  3. Masalah territorial daerah yang berjarak cukup jauh
  4. Pertumbuhan partai politik


    Sumber :

    Selasa, 27 Desember 2011

    Tugas isd bab ke8

    Tugas isd bab ke8


    1. PERBEDAAN KEPENTINGAN

    Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
    Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut.
    Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
    1. kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
    2. kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
    3. kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
    4. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
    5. kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
    6. kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
    7. kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
    8. kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri

    Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu:

    1. fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman.
    2. fase dis-integrasi yaitu pernyataan tidak setuju.
    fase dis-integrasi ini memiliki tahapan (Menurut Walter W. Martin dkk):
    • ketidaksepahaman anggota kelompok tentang tujuan yang dicapai.
    • norma sosial tidak membantu dalam mencapai tujuan yang disepakati.
    • norma yang telah dihayati bertentangan satu sama lain.
    • sanksi sudah menjadi lemah
    • tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.

    2. PRASANGKA, DISKRIMINASI, DAN ETHNOSENTRISME

    a). Prasangka dan Diskriminasi
    adalah dua hal yang ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka memiliki dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya sejak masih kecil, unsur sikap bermusuhan sudah nampak.
    Suatu hal yang saling berkaitan, apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangkanya. Tetapi yang bersikap diskriminatif tanpa didasari prasangka. "Perbedaan pokok antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminatif pada tindakan."
    Menurut pendapat Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk berespon baik secara positif dan negatif terhadap seseorang, objek atau situasi. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak tampak, aksi yang bersifat realistis, sedangkan prasangka tidak diketahui oleh individu masing-masing.
    Prasangka ini sebagian bersifat apriori atau tidak berdasarkan pengalaman sendiri, tergesa-gesa, berdasar generalisasi yang terlampau cepat dan berat sebelah.

    b). Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi

    Tak sedikit orang yang mudah berprasangka, namun banyak pula yang sukar untuk berprasangka. Tampaknya kepribadian dan intelegensia, serta faktor lingkungan cukup berkaitan dengan munculnya prasangka. Antara prasangka dan diskriminasi dapat dibedakan dengan prasangka bersumber dari suatu sikap, diskriminasi menunjuk kepada tindakan.

    c). Sebab-sebab timbulnya Prasangka dan Diskriminasi
    1. Latar belakang sejarah
    2. Dilatar belakangi oleh perkembangan Sosio-Kultural dan Situasional
    3. Bersumber dari faktor kepribadian
    4. Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan Agama

    d). Usaha mengurangi / menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi
    1. Perbaikan kondisi Sosial Ekonomi
    2. Perluasan kesempatan belajar
    3. Sikap terbuka dan sikap lapang

    e). Ethnosentrisme
    adalah anggapan suatu bangsa / ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa / ras lain kurang baik dimata mereka. Akibat ethnosentrisme adalah penampilan ethnosentrik yang dapat menjadi penyebab utama kesalahpahaman dalam berkomunikasi.
    Ethnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap dasar ideologi chauvinis yang melahirkan chauvinisme yaitu merasa diri superior, lebih unggul dari bangsa-bangsa lain dan memandang bangsa lain adalah inferior, nista, rendah, bodoh, dll. Chauvinisme pernah dianut oleh orang-orang Jerman pada masa Nazi Hitler.

    3. PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL/KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT


    Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu :
    1. terdapat dua atau lebih bagian yang terlibat dalam konflik
    2. memiliki perbedaan yang tajam dalam, kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
    3. terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan.
    Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan:
    1. pada taraf di dalam diri sendiri
    2. pada taraf kelompok
    3. pada taraf masyarakat

    Adapan cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut:
    1. Elimination
    2. Subjugation atau Domination
    3. Majority Rule
    4. Minority Consent
    5. Compromise
    6. Integration

    4. GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSIAL


    a). Masyarakat Majemuk dan Nation Indonesia
    Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kekuatan nasional yang berwujud Negara Indonesia. Masyarakat majemuk itu dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui jaringan-jaringan administrasi pemerintahan, politik, ekonomi dan sosial. Untuk lebih jelasnya dikemukakan aspek dari kemasyarakatan tersebut:
    1. Suku Bangsa san Kebudayaannya
    2. Agama
    3. Bahasa
    4. Nation Indonesia

    b). Integrasi
    Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdek adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan.
    Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukannya, mereka dapat hidup serasi berdampingan seperti yang tertulis pada Lambang Negara yaitu "Bhinneka Tunggal Ika", yang memiliki makna "berbeda-beda tetapi tetap merupakan kesatuan".

    Integrasi Sosial dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluruhan. Ini akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di masyarakat sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, tidak banyak sistem yang saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan.

    d). Intgrasi Nasional

    Integrasi Nasional merupakan masalah yang dialami semua negara di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya.
    Menghadapi masalah integrasi sebenarnya tidak memiliki kunci yang pasti karena masalah yang dihadapi berbeda dan latar belakang sosio-kultural nation state berbeda pula, sehingga integrasi diselesaikan sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan, dapat dengan jalan kekerasan atau strategi politik yang lebih lunak.

    Beberapa permasalahan Integrasi Nasional
    1. Perbedaan Ideologi
    2. Kondisi masyarakat yang majemuk
    3. Masalah territorial daerah yang berjarak cukup jauh
    4. Pertumbuhan partai politik

    Studi kasus :
    Jadi, seharusnya sosial dan integrasi di Indonesia ini haruslah seimbang agar tidak terjadi sesuatu yang dapat meruntuhkan satu kesatuan serta persatuan negara republik indonesia ini. . .
    Dalam semua aspek di bidang sosialisasi haruslah memiliki wewenang yang tak pandang bulu karena negara Indonesia ini terlihat jelas oleh slogan dan lambang negara yang tulisannya tertulis di bawah kaki burung garuda yaitu " Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti " Berbeda-beda tetapi tetap satu jua". Atau dalam bahasa sehari-hari bisa dikatakan bahwa walau di negara Indonesia ini memiliki beragam dan berbagai perbedaan (suku, ras, bahasa, dan lain-lain), maka persatuan dan kesatuan haruslah ditegakkan dan dipertahankan. . .

    Tugas isd bab ke7


    Tugas isd bab ke7


    Tujuan Instruksional Khusus :
    - Mahasisiwa dapat menjelaskan pengertian masyarakat
    - Mahsiswa dapat menyebutkan syarat-syarat menjadi masyarakat
    - Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian masyarakat perkotaan
    - Mahasiswa dapat menyebutkan 2 tipe masyarakat
    - Mahasiswa dapat menyebutkan ciri-ciri masyarakat kota
    - Mahasisiwa dapat menyebutkan perbedaan antara desa dan kota
    - Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan desa dan kota
    - Mahasiswa dapat menjelaskan tentang aspek positif dan aspek negatif
    - Mahasiswa dapat menyebutkan 5 unsur lingkungan perkotaan
    - Mahasiswa dapat menyebutkan fungsi external kota
    - Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian desa
    - Mahasiswa dapat menyebutkan ciri-ciri desa
    - Mahasisiwa dapat menyebutkan ciri-ciri masyarakat pedesaan
    - Mahasiswa dapat menjelaskan sifat dan hakikat masyarakat pedesaan
    - Mahasiswa dapat menyebutkan macam-macam gejala masyarakat pedesaan
    1. Pengertian Masyarakat
    1. R.Linton : masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam kesatuan sosial
    2. MJ.Herkovits : masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
    3. J.L.Gilian : masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.
    4. S.R.Steinmetz : masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.
    5. Hasan Sadily : masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia.

    2. syarat-syarat menjadi masyarakat
    Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat berikut :
    1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
    2. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
    3. Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.

    3. pengertian masyarakat perkotaan

    Dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan dan sebagainya.



    4.  Ada 2 tipe masyarakat
    Masyarakat dapat dibagi dalam :
    1. Masyarakat paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan lain-lain
    2. Masyarakat merdeka, yagn terbagi dalam :
    a. Masyarakat nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yang bertalian dengan hubungan darah atau keturunan
    b. Masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sebagainya.
    Masyarakat perkotaan
    Masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
    5. ciri-ciri masyarakat kota
    Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
    1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
    2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu
    3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
    4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
    5. Interaksi yang terjal lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi
    6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
    7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
    6. perbedaan antara desa dan kota:

    1. Jumlah dan kepadatan penduduk
    2. Lingkungan hidup
    3. Mata pencaharian
    4. Corak kehidupan sosial
    5. Stratifikasi sosial
    6. Mobilitas sosial
    7. Pola interaksi sosial
    8. Solidaritas sosial
    9. Kedudukan dalam hierarki administrasi nasional




    7. hubungan desa dan kota

    Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut.
    9. 5 unsur lingkungan perkotaan :
    Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
    1. Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsur wisma ini menghadapkan
    a. Dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang
    b. Memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
    2. Karya : unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
    3. Marga : unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
    4. Suka : unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
    5. Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
    10. fungsi external kota
    Kota secara internal pada hakekatnya merupakan suatu organisme, yakni kesatuan integral dari tiga komponen meliputi penduduk, kegiatan usaha dan wadah. kota juga mempunya peranan/fungsi eksternal, yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional.



    11. pengertian desa
    Masyarakat Pedesaan
    Menurut Sukardjo Kartohadi adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Menurut Bintaro desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan cultural yang terdapat disuatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain..
    12. ciri-ciri desa
    Menurut paul H.Landis : desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan ciri-ciri sebagai berikut :
    1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa
    2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuan terhadap kebiasaan
    3. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti : iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
    13. ciri-ciri masyarakat pedesaan
    ciri masyarakat desa antara lain :
    1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
    2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
    3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
    4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.

    15. macam-macam gejala masyarakat pedesaan
    Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan :
    a. Konflik
    b. Kontraversi
    c. Kompetisi
    d. Kegiatan pada masyarakat pedesaan

    Selasa, 22 November 2011

    Tulisan "10 fakta yang tidak kita ketahui tentang mozart"

    Wolfgang Amadeus Mozart membanjiri dunia musik dengan beberapa prestasi, sehingga tidak sulit untuk menentukan 10 fakta tentang Mozart. Dalam 34 tahun singkat bahwa Mozart masih hidup, dia adalah seorang komponis Austria yang menciptakan beberapa potongan-potongan yang paling berpengaruh, dan abadi musik klasik yang pernah. 10 fakta ini akan membantu untuk memberi Anda pemahaman entry level ini musisi yang terkenal, secara luas dianggap sebagai jenius.1. Mozart komposisi musik pertamaHanya butuh sekitar tiga puluh menit untuk Mozart untuk mempelajari komposisi musik pertama ia bermain, pada Januari 1861 24. Dia bahkan tidak belum berusia lima tahun.2. Mozart pesonaPada usia yang sangat muda Mozart kadang-kadang akan membuat lebih mudah untuk keluarganya bepergian melewati pabean dengan memainkan biolanya untuk menghibur para penjaga.3. Musik, menulis, dan berhitungMozart benar-benar belajar bagaimana menulis catatan musik sebelum ia belajar cara menulis kata-kata. Ia juga kemudian menjadi sangat tertarik pada matematika.4. Meletihkan kehidupan di jalanmasalah kesehatan Mozart dimulai pada usia yang sangat dini. Saat bepergian dengan keluarganya ke negara lain di Eropa untuk kinerja, ia mengembangkan gejala-gejala yang sekarang kita kaitkan dengan tuberkulosis. Mozart ayah Leonard memberinya obat sementara dalam bentuk susu dicampur dengan biji melon tanah, dan biji poppy, disarankan oleh dokter setempat.5. Mozart "brainstorming." Sebagai orang dewasa Mozart akan menulis musik di kepalanya selama lama, naik kereta tidak nyaman, dan menyimpannya dalam otaknya sampai dia bisa menuliskannya.6. Pertunjukan untuk Raja Louis XVSementara di Paris, Mozart dipekerjakan untuk melakukan untuk Raja Louis XV dan Ratu Maria Leszczynska. Dia dan keluarganya bahkan diizinkan untuk makan di samping Raja dan Ratu di meja makan malam mereka.7. Mozart pianoMozart terdiri simfoni pertama empat-gerakan pada bulan Desember 1767.8. Mozart akademisiPada 9 Oktober 1770, Wolfgang Amadeus Mozart melewati ujian bahwa ia diminta untuk mengambil untuk dikecualikan dalam filarmonica Accademia Bologna.9. Mozart ikatan simpulMozart menikah untuk Constanze Weber di Katedral St Stephen di Wina, pada Agustus 1782 4.10. Mozart dan Beethoven. Pada 4 April 1787, seorang 16 tahun Ludwig van Beethoven tiba di Wina untuk mendapatkan dua minggu senilai pelajaran musik dari Mozart.


    Sumber : http://cooluniquefact.blogspot.com/2010/09/10-fakta-yang-tidak-kita-ketahui.html

    Tulisan "lagu the death of love - cradle of filth

    THE DEATH OF LOVE
    "Her penultimate sighs
    Called softly on the kindling winds
    Her saintly eyes, filling with tears, lifting with truth
    Leaving her screams, Breaking my heart
    And in the grip of fire
    I knew the death of love"

    Where will you be when they tense for warfare?
    What will you see with your innocence there?
    Where will you be my darling?
    Where will you be when they tense for warfare?

    Where will you be when God is glorifying?
    There we will be between the dead and dying
    Where will you be my darling?
    Where will you be when God is glorifying?

    Prophecies and glory forge a massive disdain
    For lying passive in the shadows whilst the enemy reigns
    Devoted to the votive, holy standard above
    'By command of the king of Heaven'
    Came the death of love

    Where will you be when they're vilifying?
    How will they see when the truth is blinding?
    Where will you be my darling?
    Where will you be when they're vilifying?

    Where will you be when the dark is rising?
    How will you keep from it's terrorizing?
    Where will you be my darling?
    Where will you be when the dark is rising?

    Burning was the sunset like a portent of doom
    On the saintly iron maiden as she fell from her wound

    But visions and ambition
    Never listened to submission
    And she was on a mission from the highest above
    To Lord upon the slaughter
    Like a sword through hissing water
    She arose where archers sought her
    For the death of love

    The righteous death of love

    Gilles adored her drama
    Her suit of pure white armour
    Blazed against the English in a torrent of light

    And as they rallied onto night
    A cancer fled his soul
    Dissolving...

    Framed amid the thick of fire
    Aflame, a Valkyrie
    She made him click without desire
    And in his eyes she swam a Goddess

    And even when they caught her breath
    Her words would leave a scar
    'For only in the grip of darkness
    Will we shine amidst the brightest stars'

    How will you breathe when their wheels are turning?
    How will you know if the sky is burning?
    Where will you be my darling?
    How will you breathe when their wheels are turning?

    Where will you be when Babel builds my fire?
    Will you not flee and label me pariah?
    Where will you be my darling?
    Where will you be when they light my pyre?

    Aligned with Joan in all
    That was enthroned and divine
    He swore to score the crimes
    Jackdaws poured on this dove
    Crimes he knew alone
    Derived from minds of the blind
    The church unfurled for murder perched
    Upon the death of love

    Framed amid the thick of fire
    Aflame, a Valkyrie
    She claimed the sky was lit with spires
    And in his eyes she swam a Goddess

    And even when she fought for breath
    Her words would leave a scar
    'For only in the grip of darkness
    Will we shine amidst the brightest stars'



    Created by : cradle of filth

    Tugas ISD bab 6

    PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT


    PELAPISAN SOSIAL
     Masyarakat terbentuk dari individu – individu, dari individu itulah terbentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok – kelompok social. Dengan adanya kelompok social ini maka terbentulah suatu Pelapisan Masyarakat atau terbentuklah suatu masyarakat yang berstrata
    Jadi  Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
    Menurut para ahli
     Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur
    Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise
    Menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.


    TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
    1. Terjadi dengan sendirinya.
    Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yagn menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdaarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena sifanya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar dari pada pelaisan ini bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimanapun sistem itu berlaku. Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.


    2. Terjadi dengan disengaja
    Sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaanini, maka didalam organisasi itu terdapat peraturan sehingga jelas bagi setiap orang yang ditempat mana letakknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam organisasi baik secar vertical maupun horizontal.sistem inidapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemeritnahan, organisasi politik, di perusahaan besar.


    PERBEDAAN SISTEM PELAPISAN DALAM MASYARAKAT
    1. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
    Didalam sistem ini perpindahan anggota masyarakt kepelapisan yagn lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Didalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal sistem kasta


    2. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
    Didalam sistem ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke pelapisan yang ada dibawahnya atau naik ke pelapisan yang di atasnya. Sistem yang demikian dapat kita temukan misalnya didalam masyarakat Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bisa ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. Tetapi di samping itu orang juga ada turun dari jabatannya bila ia tidak mampu mempertahankannya. Status yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri diebut “achieved status”


    TEORI PELAPISAN DALAM SUATU MASYARAKAT
    Bentuk konkrit daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti:
    1) Masyarakat terdiri dari Kelas Atas (Upper Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
    2) Masyarakat terdiri dari tiga kelas, yaitu Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
    3) Sementara itu ada pula sering kita dengar : Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class), Kelas Menengah Ke Bawah (Lower Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
    Para pendapat sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat. seperti:
    - Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat.
    -Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan  bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
    -Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu golongan elite dan golongan non elite.
    -Gaotano Mosoa, sarjana Italia. menyatakan bahwa di dalam seluruh  masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.
    -Karl Marx, menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.


    KESAMAAN DERAJAT
    Kesamaan derajat dalam istilah dibidang Kewarganegaraan adalah sama dalam arti tidak membedakan atau mengistimewahkan seseorang. Kesamaan derajat tidak dilihat dari orang itu memliki harta berlimpah atau tidak,karena di mata Tuhan semua sama saja,hanya dibedakan dengan kesempatan dan takdir dari masing-masing orang. Hendaklah kita saling membantu sebagai mahluk yang diciptakan menjadi mahluk sosial.Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita,setiap manusia sama semua derajatnya, Mungkin banyak saat ini sikap saling memilih,oleh karena itu negara ini tidak berkembang,kini saatnya bukannya saling mendiskriminasi,tetapi saling melihat diri sikap dan perilaku kita.


    PASAL – PASAL DI DALAM UUD45 TENTANG PERSAMAAN HAK
    Mengenai persamaan hak ini selanjutnya dicantumkan dalam Pernyataan Sedunia Tentang Hak – hak (asasi) manusia atau Universitas Declaration of Human Right (1948) dalam pasal – pasalnya seperti dalam
    Pasal 1                        : “Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama mereka dikarunia akal dan budi dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan”.
    Pasal 2 ayat 1            : “Setiap orang berhak atas semua hak-hak dan kebebasan – kebebasan yang tercantum dalam pernyataan ini dengan tak ada kecuali apapun,seperti misalnya bangsa,warna,jenis kelamin,bahasa,agama,politik atau pendapat lain,asal  mula kebangsaan atau kemasyarakatan,milik,kelahiran ataupun kedudukan”.
    Pasal 7                        : “Sekalian orang adalah sama terhadap undang – undang dan berhak atas perlindungan hukum yang sama dengan tak ada perbedaan. Sekalian orang berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap perbedaan yang memperkosa pernyataan ini dan terhadap segala hasutan yang di tujukan kepada perbedaan semacam ini”.


    ELITE 
    Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak di ikutsertakan. Berbicara masalah elite adalah berbicara masalah pimpinan.
    dalam mengambil berbagai kebijaksanaan. mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan dan lainnya lagi.Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya Dalam pengertian yang umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih yang khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
    Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan: “posisi di dalam masyarakat di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas”.
    Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitenya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitif.Di dalam suatu lapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci ataumereka yang memiliki pengaruh yang besar
    1.    Fungsi Elite dalam memegang Strategi.
    Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit, dalam kelompok heterogen maupun homogen selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini
    didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap peranan yang dilancarkan dalam kehidupan masa kini serta andilnya dalam meletakkan,dasar-dasar kehidupan yang akan dating. Golongan minoritas yang berada pada posisi atas yang secara fungsional dapat berkuasa adan menentukan dalam studi sosial dikenal dengan elite. Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial.
    Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain :
    a)     Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
    b)     Faktor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yanag bersifat fisik maupun psikhis, material maupun immaterial, merupakan heriditer maupun pencapaian.
    c)     Dalam hal tanggung jawab, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain.
    d)     Ciri-Ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal di atas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya.
    PENGERTIAN MASSA
    Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.
    Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.Hal-hal yang penting dalam massa
    CIRI – CIRI MASSA
    (1)   Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakamuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai massa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti suatu proses peradilan tentang pembunuhan misalnya melalui pers.
    (2)  Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.
    (3)  Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota­anggotanya.


    SUMBER


    E-LEARNING GUNADARMA


    WIKIPEDIA


    http://rud1.ngeblogs.com/2009/12/17/pengertian-elite-dan-masa/


    http://sidodolipet.blogspot.com/2009/12/terjadinya-pelapisan-sosial.html
    http://keyrenz.wordpress.com/2009/11/22/pelapisan-sosial-masyarakat/
    http://rezky99.wordpress.com/2010/11/06/kesamaan-derajat/